Quote

“Sesukses apapu…

“Sesukses apapun kamu, jika keluargamu hancur kamu ikut hancur”

Advertisements

I called it Family

Hola, i’m back. Long time didn’t write in my blog cause i’ve a lot of activities. First, i’ve done with my KKN. KKN is seem like practical college, in where as a student we must join in society for 40 days. Well i must KKN in Panggang Gunungkidul. You know what, Panggang is a district in GK that well known as a “desert place”. In there we are difficult to get some water. We must buy water once a week. And the price of water is 120 IDR. Oh my lord, just to get some water you must spend much money.

Our KKN’s team has 26 member. The team is separate to four areas that live in Dusun Sumur, Dusun Gumbeng, Karangnangka and Temon. And lucky me, i live in Sumur. The member of Geng Sumur are me, Mbak Ana, Mas Bagus, Mbah Ali, Mamah Lani and the last one is inug. Every night we always play UNO. Uno is a game that use cards as an instruments. Sometimes we did’nt sleep along night just to play UNO. Haha my eyes seems like Panda’s eyes. Need more sleep! But actually im so happy cause i’ve met a marvellous person like they. They are so funny, care and always protect me. Hehe thank Allah you give me not only friends but also a family. Well, i miss you guys geng Sumur!!

lagu berkabut

Lima lagu ini yang entah kenapa sedang ingin saya tulis. Lagu dengan ekspresi kegamangan menatap hidup

1. Oh I Never Know – Sarasvati

Mendengar lagu yang menenangkan ini  namun justru liriknya menimbulkan kegalauan yang lumayan dahsyat. Lagu yang bercerita tentang keingintahuan seorang terhadap perasaan orang yang dikaguminya, namun justru ia tidak pernah mendapat celah untuk menerka isi hati orang itu.

I want to know your feeling, to clear this mess

I do believe there’s no word to explain your heart

Don’t be scared, don’t get scared to believe what you want

Don’t be shy don’t be shy to tell the truth

2. Jalan Keluar – Sheila on 7

Ini dia lagu yang mengaduk-aduk jiwa, dan membuat kita berkata “pundak mana pundak”. Lagu yang berkisah tentang tekad seseorang yang ingin mencari jalan keluar dari labirin cinta yang membingungkan *abot bahasane*. Siapkan tisu ya jika ingin mendengarkan lagu ini ūüėÄ

Kau biarkan ku jatuh tanpa ujung lepaskan sayapku yang terpasung

Jika memang tiada harapan, tunjukkan jalan keluar dari hatimu

 

3. Sebenarnya Cinta – Letto

Band yang menempatkan Noe sebagai frontman ini memang selalu menampilkan ciri khasnya dari kekuatan diksi yang dipilih di setiap lirik-liriknya. Salah satu lagu favorit saya yaitu yang berjudul Sebenarnya Cinta. Irama yang menenangkan, lirik yang berusaha menghadirkan kegalauan yang menurut saya galau yang tidak “cengeng”. Lagu ini bercerita tentang ketakutan seseorang terhadap sesuatu yang fana, semu, dan hanya ada dan hilang sesaat. Bercerita tentang keragu-raguan dalam menentukan arah hubungan.

Dan bangunkanlah aku dari mimpi mimpiku

Sesak aku di sudut maya

Dan tersingkir dari dunia nyata

 

 

Ketika Politisi Berbicara Bola

2 Juli 2012 menjadi puncak final Piala Eropa yang mempertemukan juara bertahan Spanyol melawan Italia. Pada Piala Eropa kali ini nyaris tidak ada kejutan dari tim-tim kecil. Seperti biasa, tim-tim besar yang masih mendominasi turnamen ini. Meskipun minim kejutan, namun tetap saja final ini menyedot antusias seluruh penduduk di dunia. Tidak terkecuali dengan di Indonesia, mulai dari penggila bola fanatik, musiman, hingga politisi tidak mau kalah meramaikan moment puncak ini. Para politisi yang biasanya saling “menjegal” terlihat akur dan bersatu saat menggelar acara nonton bareng. Mulai dari anggota parpol merah, biru, independen memliki jagoan masing-masing. Menariknya, jagoan masing-masing anggota parpol masih berbau politis. Tengok saja ketika Om Marzuki Ali yang sambil berkelakar mendukung Italia yang sesuai dengan warna parpolnya, biru. Lain lagi dengan komentar politis ala (calon) penghuni Monas AKA Anas Urbaningrum yang mengatakan “incumbent yang berprestasi akan juara”, sebuah komentar yang tendensius *in my opinion*. Tidak ketinggalan empunya MNC Group menyisipkan tagline partai dimana ia bernaung “Gerakan Perubahan” ketika acara nonton bareng itu. Ah politisi memang selalu lihai menyusupkan pesan-pesan politis, kampanye gratis lumayan lah :D. Semoga ketika “perang” 2014 besok, para politisi bisa duduk berdampingan akur seperti saat menyaksikan Final Euro 2012. *saya sih tetap menjagokan Spanyol agar bisa mencetak sejarah juara Euro berturut-turut*

Goodbye random-ness, hello happiness

Semester paling menyedihkan dan absurd. Banyak hal terbengkalai di semester ini, mulai dari mendidihnya tingkat kejenuhan hingga masalah non teknis yang nggak penting-penting amat. Masalah yang nggak penting-penting amat ini justru yang lebih banyak menguras energi dan emosi. Labil, sedih tanpa sebab yang jelas, hilang semangat menjadi eksesnya. Baiklah jika ingin memulai yang baik, maka harus meninggalkan hal-hal yang buruk dulu. Lupakan semua titik jenuh, lupakan subjek yang absurd itu, mulai semua dari nol bahkan minus. Untungnya semester ini ada KKN, ritual wajib bagi angkatan tua seperti saya. Lumayan untuk mengganti warna hidup yang lumayan suram semester ini. Menjadi lahan untuk kontemplasi, waktunya bertanya kepada nurani agar menemukan harmoni.

Teringat kata-kata seorang teman “kita memperbaiki diri dulu saja agar kelak mendapat yang terbaik pula”. You’ll never walk alone Nak,¬†banyak yang harus diwujudkan tahun ini. Ibu, ayah, mas maaf mengecewakan kalian semester ini, insya Allah ini yang terakhir kekecewaan yang saya berikan.

 

Goodbye random-ness goodbye you, welcome happiness !

Akulturasi

“Akulturasi bergerak dalam persimpangan jalan antara isolasi dan absorpsi antara masa lampau dan masa depan”

“Menjadi satu” ¬†itu memang seharusnya suatu akulturasi bukan asimilasi.¬†Perpaduan dua karakter manusia, namun tanpa kehilangan ciri khas masing-masing.¬†Perpaduan yang berujung pada harmoni dan presisi. Dialektika antara dua manusia yang saling¬†menjaga keseimbangan, menepikan egoisme¬†dan tetap menghidupi jiwa. Idealisme semacam ini memang susah terwujud. Butuh sikap yang matang untuk mengubah utopia menjadi realita.

Sudut maya

“Kehilangan hanya milik orang yang pernah memiliki sesuatu”

Saya yakin ini bukan masalah kehilangan atau tidak. Lebih dari itu, ini soal kedewasaan seorang manusia dalam bersikap. Kedewasaan biologis yang ternyata bukan jaminan dewasa pula psikologisnya. Seseorang dianggap dewasa secara psikologis ketika ia mampu tegas dalam mengambil keputusan. Entah itu keputusan yang benar atau salah, yang penting menentukan sikap. Inilah yang susah, orang lebih takut salah saat menentukan sikap. Lebih cepat mengibarkan bendera putih daripada maju ke medan perang. Dan entah kenapa sangat sedih ketika memutar Goodbye nya Air Supply di ipod.