Monthly Archives: April 2012

Holland, someday i will

Berawal dari mata kuliah Bahasa Hukum yang di dalamnya terdapat mata kuliah Bahasa Belanda, saya iseng untuk mengikuti les bahasa penjajah ini di Osvo. Seorang nenek tua yang masih terlihat sehat untuk seusianya, yang membuat saya benar-benar jatuh cinta pada negara ini. Ya Belanda, negara yang 350 tahun menjajah kita mampu menarik perhatian saya. Entah kenapa saya sangat ini pergi dan menempuh kuliah S2 di negeri kincir angin ini. Saya benar-benar takjub dengan cara negara ini mampu sedemikian lama menjajah negeri kita. Saya penasaran bagaimana sebenarnya gaya hidup di negara ini. Dari sebuah buku yang berjudul Negeri Van Oranye, saya lalu membayangkan jika suatu hari nanti berada di sana, setiap hari saya pasti akan bersepeda menuju kampus saya kelak (amin) Leiden atau Utrecht. Saya membayangkan menghirup aroma salju, memegangnya dan menyusuri jalan-jalan di Belanda. Amin.

Advertisements
Gallery

Jatuh Cinta Itu (tidak) Biasa Saja

“Kita berdua tak hanya menjalani cinta, tapi menghidupi” (Efek Rumah Kaca, Jatuh cinta itu biasa saja) Ditemani lagu dari band indie yang dimotori Cholil sebagai vokalis membuat saya berangan-angan ingin membangun sebuah hubungan yang tidak hanya sekedar cinta melulu yang … Continue reading

mengapa memilih pasar tradisonal?!

Pasar merupakan suatu tempat bertemunya penjual dengan pembeli. Pasar tidak hanya menjadi tempat terjadinya lalu lintas perekonomian, namun sebagai sarana interkasi sosial. Di mulai interaksi antar sesama pedagang, hingga interaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Interaksi yang tercipta pun cukup menarik jika dianalisis. Dimulai dari saling tawar menawar, hingga menimbulkan pembicaraan yang lebih pribadi, singkatnya bagi ibu-ibu bisa ajang buat menggosip lah :D.

Jika masjid menjadi tempat habluminallah atau menjalin hubungan dengan empu-nya hidup, maka pasar menjadi hablu minannas nya. Jadi sebenarnya peranan pasar cukup signifikan bagi pergaulan sosial kita. Namun sayangnya justru kehadiran pasar-pasar yang modern lah sekan-akan menjadi penghalang sosialisasi kita ketika berbelanja di pasar. Berawal dari sistem swalayan, yaitu sistem dimana kita mnegambil sendiri barang yang kita butuhkan. Bandingkan jika kita berbelanja di pasar tradisonal, kita lebih punya kesempatan banyak untuk berinteraksi dengan penjual. Misalnya tawar menawar harga, dll. Selain faktor sosial, berbelanja di pasar modern juga lebih banyak mengeluarkan biaya. Nggak ekonomis, hal ini terlihat dari melambungnya harga barang yang dijual di pasar modern. Dari sisi kesehatanpun, sayur yang dijual di pasar tradisional pun lebih segar dan setidaknya lumayan bebas dari pestisida. Indikatornya lumayan mudah. Lihat saja tekstur dari sayuran yang ada di tradisonal. Bolong-bolong seperti di makan ulat, hal ini menunjukkan jika sayur tersebut tidak disemprot pestisida. Lain hal nya dengan pasar modern. Sayur yang masih mulus justru menimbulkan tanda tanya bagi saya. Ulat saja tidak mau memakan sayur tersebut, tapi justru kenapa ibu-ibu lebih suka sayuran yang teksturnya mulus, ah…

Mari kita lestarikan pasar tradisional, karena dengan ikut melestarikannya, maka kita secara tidak langsung ikut menjaga habluminannas atau hubungan sesama manusia.

I miss you so

Lagi lagi malam ini saya mengingat nama itu. Nama yang mengajarkan saya menghargai sunyi dan bunyi. Nama yang mengajarkan saya belajar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Kekecewaan saya selalu ada, kenapa kita tidak berjuang di jalan yang sama, kenapa kamu mengibarkan bendera putih sebelum maju berperang. Kecewa karena kamu pergi secepat kamu datang. Well, mau nggak mau harus menghargai apapun keputusannya. Karena setiap orang pasti memiliki pembenaran untuk semua keputusannya. But, actually i miss you tonight, i just can write your name in my blog and my heart T T. Teach me how to forget you, how to forget Bali, Gigi and everysingle words of your name? teach me teach me. how to remove you from my mind, my soul and my heart. God, if i have time machine i want back to several years ago, so i can say “yes” to you, so we can see the same star from the same place.